Angka Stunting Nasional Turun ke 18 Persen, Terendah Sepanjang Sejarah
Survei Status Gizi Indonesia 2025 mencatat prevalensi stunting turun menjadi 18 persen, mendekati target RPJMN 2024 sebesar 14 persen.
Kemenkes mengumumkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2025 yang menunjukkan prevalensi stunting turun menjadi 18,1 persen dari 21,6 persen pada 2023u2014capaian terbaik dalam sejarah Indonesia.
Penurunan paling signifikan terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT), dari 35 persen menjadi 27 persen, berkat program intervensi gizi terintegrasi selama dua tahun.
Meski merupakan kemajuan besar, Indonesia masih tertinggal dari target RPJMN sebesar 14 persen yang diharapkan tercapai pada 2024.
Menkes menyebut kunci keberhasilan adalah konvergensi program: posyandu aktif, pemberian makanan tambahan (PMT) bergizi, dan sanitasi air bersih di rumah tangga.
Target baru ditetapkan 14 persen pada 2027 dengan fokus pada 100 kabupaten/kota prioritas yang masih memiliki prevalensi di atas 30 persen.
"Setiap berita yang terbit di sini adalah catatan kecil tentang hari ini — yang esok mungkin menjadi sejarah."
— Tim Redaksi Berita Warga Nusantara