Kemenkes dan PUPR Sinergi Sediakan Air Bersih di 5.000 Desa Terpencil
Program kolaborasi antara Kemenkes dan Kementerian PUPR akan menyalurkan air bersih ke 5.000 desa yang masih menggunakan sumber air tidak aman untuk minum dan memasak.
Kemenkes dan Kementerian PUPR meluncurkan program sinergi penyediaan air bersih di 5.000 desa terpencil yang masih mengandalkan sumber air permukaan, sumur galian tidak terlindung, atau mata air yang rentan kontaminasi.
Program ini merupakan kelanjutan dari Pamsimas III yang berakhir 2024, dengan anggaran lebih besar senilai Rp 8,7 triliun dari APBN dan pinjaman Asian Development Bank.
Teknologi yang digunakan bervariasi: sistem perpipaan berbasis gravitasi untuk daerah pegunungan, sumur bor tenaga surya untuk kawasan kering, dan instalasi pengolahan air portabel untuk daerah terpencil.
Data Kemenkes menunjukkan akses air minum aman baru menjangkau 69 persen rumah tangga Indonesia, sementara target SDGs 2030 adalah 100 persen.
Desa-desa penerima akan dibekali dengan pelatihan pengelolaan fasilitas air bersih mandiri berbasis komunitas agar keberlanjutan infrastruktur terjaga.
"Setiap berita yang terbit di sini adalah catatan kecil tentang hari ini — yang esok mungkin menjadi sejarah."
— Tim Redaksi Berita Warga Nusantara