Ekspor Nikel Olahan Naik Dua Kali Lipat Usai Larangan Bijih Mentah
Kebijakan larangan ekspor bijih nikel yang diterapkan tiga tahun lalu mulai menunjukkan hasil: nilai ekspor produk olahan nikel melonjak 107 persen.
Data Kementerian Perdagangan menunjukkan nilai ekspor produk nikel olahan Indonesia mencapai USD 9,4 miliar pada kuartal pertama 2026, melonjak 107 persen dibanding periode yang sama tahun 2023 sebelum larangan ekspor bijih diterapkan.
Produk seperti nickel matte, feronikel, dan NPI (nickel pig iron) kini menjadi andalan ekspor ke pasar Tiongkok, Korea Selatan, dan Eropa.
Kementerian ESDM mencatat 14 smelter baru beroperasi penuh sejak 2024, menyerap lebih dari 42.000 tenaga kerja langsung.
Namun, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mengingatkan dampak lingkungan dari ekspansi smelter yang belum diiringi standar emisi memadai.
BI mencatat surplus neraca perdagangan April 2026 sebesar USD 4,1 miliar, sebagian besar disumbang oleh ekspor nikel olahan dan minyak kelapa sawit.
"Setiap berita yang terbit di sini adalah catatan kecil tentang hari ini — yang esok mungkin menjadi sejarah."
— Tim Redaksi Berita Warga Nusantara