Program UMKM Go Ekspor Catat 5.000 Pelaku Usaha Baru Masuk Pasar Global
Kemenkop dan UKM melaporkan 5.000 pelaku UMKM berhasil menembus pasar ekspor melalui program pendampingan yang berjalan sejak 2024.
Kementerian Koperasi dan UKM melaporkan sebanyak 5.073 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah berhasil melakukan ekspor pertama mereka melalui Program UMKM Go Ekspor yang diluncurkan pada 2024.
Produk yang paling banyak diekspor adalah kerajinan tangan, batik, kopi spesialti, dan produk herbal ke pasar Australia, Belanda, Jepang, dan Arab Saudi.
Total nilai ekspor yang dihasilkan program ini mencapai Rp 2,1 triliun sepanjang dua tahun berjalan, melebihi target Rp 1,5 triliun.
Fasilitas yang diberikan meliputi pendampingan sertifikasi produk, akses ke platform e-dagang internasional, dan subsidi biaya pengiriman awal.
Tahun depan, program diperluas ke 15.000 pelaku UMKM baru dengan penambahan fasilitas pelatihan kemasan dan personal branding digital.
"Setiap berita yang terbit di sini adalah catatan kecil tentang hari ini — yang esok mungkin menjadi sejarah."
— Tim Redaksi Berita Warga Nusantara