EDISI DIGITAL · NO. 1.247SUARA · TANAH · AIR
Ekonomi

APBN 2026 Defisit Melebar, Pemerintah Percepat Penerbitan SBN

Realisasi defisit APBN kuartal I 2026 mencapai Rp 142 triliun atau 0,67 persen dari PDB, mendorong pemerintah mempercepat penerbitan surat berharga negara.

Oleh Hendra Gunawan

Jakarta · 11 Mei 2026

5 menit baca

Bagikan: TW · FB · WA

APBN 2026 Defisit Melebar, Pemerintah Percepat Penerbitan SBN
Foto ilustrasi · Dokumentasi Redaksi

Kementerian Keuangan melaporkan realisasi defisit APBN pada kuartal pertama 2026 mencapai Rp 142 triliun atau sekitar 0,67 persen dari Produk Domestik Bruto.

Angka ini lebih tinggi dari target awal 0,55 persen akibat realisasi belanja infrastruktur yang dipercepat dan penerimaan pajak yang di bawah proyeksi.

Dirjen Anggaran menegaskan defisit tetap dalam batas aman yang ditetapkan UU Keuangan Negara, yakni maksimal 3 persen dari PDB.

Untuk menutup kebutuhan pembiayaan, pemerintah akan mempercepat penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp 280 triliun sepanjang semester I.

Rating lembaga Fitch dan Moodyu2019s masih menempatkan Indonesia pada investment grade dengan outlook stabil, meski memperhatikan tekanan defisit fiskal global.

"Setiap berita yang terbit di sini adalah catatan kecil tentang hari ini — yang esok mungkin menjadi sejarah."

— Tim Redaksi Berita Warga Nusantara

Berita Terkait

Ekonomi